Scream VI membawa teror brutal Ghostface keluar dari zona nyaman pinggiran Woodsboro dan menebar ketakutan di jantung keramaian New York City. Disutradarai oleh Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, film slasher rilisan Paramount Pictures ini berhasil mendefinisikan ulang batas kesadisan waralaba horor legendaris tersebut.
Berdasarkan laporan produksi, perpindahan latar tempat dari kota kecil ke kawasan metropolitan padat penduduk memberikan napas segar sekaligus ketegangan ekstra bagi para penonton. "Ghostface versi ini jauh lebih agresif dan tanpa kompromi dalam mengejar para penyintas," demikian ulasan dari pengamat perfilman dunia terkait aksi kejar-kejaran di lorong kota besar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeCerita berfokus pada kakak beradik Sam dan Tara Carpenter yang diperankan oleh Melissa Barrera serta Jenna Ortega. Mereka berusaha membangun hidup baru di New York bersama rekan-rekan penyintas lainnya seperti Mindy dan Chad Meeks-Martin, namun bayang-bayang pembunuh bertopeng kembali menghantui lewat teka-teki motif balas dendam keluarga Richie Kirsch.
Dari analisis awak media, keberhasilan film ini tidak lepas dari kombinasi apik antara kembalinya karakter lama seperti Gale Weathers yang diperankan Courteney Cox dan Kirby Reed oleh Hayden Panettiere. Kehadiran wajah-wajah baru di jajaran pemeran turut memperkaya dinamika kelompok yang terjebak dalam teater terbengkalai penuh memorabilia pembantaian masa lalu.
Pencapaian komersial Scream VI terbilang luar biasa dengan meraup pendapatan global mencapai seratus enam puluh tujuh juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menjadikannya pencapaian domestik tertinggi bagi waralaba ini sejak penayangan sekuel keduanya pada tahun silam.