Film science fiction berkembang sejak masa awal sinema bisu melalui pemanfaatan efek trik fotografi kreatif dalam karya pionir Georges Melies berjudul A Trip to the Moon pada tahun 1902. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, genre ini awalnya berfokus pada eksplorasi teknologi imajinatif sebelum bertransformasi menjadi sarana penting untuk menyampaikan kritik sosial serta refleksi filosofis.
Perjalanan genre fiksi ilmiah mengalami pasang surut dari dominasi film berbiaya rendah pada dekade 1930-an hingga 1950-an hingga akhirnya memperoleh pengakuan serius lewat mahakarya garapan Stanley Kubrick bertajuk 2001 A Space Odyssey. Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah sinema, kehadiran film-film besar setelah era tersebut berhasil mendefinisikan ulang standar visual perfilman dunia secara masif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media, perpaduan antara elemen empiris sains dan imajinasi spekulatif terus menjadi daya tarik utama yang membuat film science fiction bertahan sebagai salah satu pilar industri hiburan global hingga saat ini.