Uni antara Swedia dan Norwegia resmi terbentuk pada tahun 1814 melalui serangkaian gejolak politik akibat Perang Napoleon dan Perjanjian Kiel, sebelum berakhir damai pada 1905.
Meskipun berada di bawah satu mahkota raja dan berbagi kebijakan luar negeri, kedua negara tetap mempertahankan konstitusi, undang-undang, serta mata uang masing-masing.
Hubungan kedua negara tidak selalu berjalan mulus karena latar belakang sejarah berbeda, di mana Norwegia sebelumnya berada dalam ikatan erat bersama Denmark.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerubahan konstelasi politik Eropa memaksa Norwegia masuk dalam pusaran konflik hingga akhirnya Raja Denmark menyerahkan wilayah tersebut kepada Raja Swedia sebagai kompensasi.
Dinamika Politik dan Jalan Menuju Pembubaran
Berbagai perbedaan kepentingan antara Stockholm dan Christiania memicu ketegangan politik yang semakin memuncak menjelang akhir abad ke-19.
Upaya Norwegia mendirikan layanan konsuler terpisah ditolak oleh pihak Swedia, sehingga memicu mosi tidak percaya dari parlemen Norwegia.
Pada tanggal 7 Juni 1905, Parlemen Norwegia secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan penuh, yang kemudian diterima oleh pihak Swedia beberapa bulan kemudian.
Melalui plebisit, Pangeran Carl dari Denmark terpilih sebagai raja baru Norwegia dengan gelar Haakon VII, menandai lembaran baru tanpa ikatan personal dengan Swedia.