Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Sejarah Pemilihan Presiden 1998,...
BERITA

Sejarah Pemilihan Presiden 1998, Titik Balik Kejatuhan Orde Baru

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 11 Agustus 2026
Suasana Sidang Umum MPR yang menetapkan pemilihan presiden tahun 1998

Suasana Sidang Umum MPR yang menetapkan pemilihan presiden tahun 1998

Pemilihan Presiden Indonesia 1998 menjadi panggung politik krusial dalam sejarah bangsa ketika Majelis Permusyawaratan Rakyat kembali mengusung Soeharto sebagai calon tunggal. Golongan Karya selaku fraksi dengan kursi terbanyak memastikan kemenangan bagi Soeharto untuk memegang masa jabatan 1998 hingga 2003 dalam pelantikan tanggal 10 Maret 1998.

Sebelum pemilihan tersebut terlaksana, ketegangan politik nasional memuncak akibat konflik internal Partai Demokrasi Indonesia. Megawati Soekarnoputri muncul sebagai simbol perlawanan terhadap rezim Orde Baru, memicu Peristiwa Kuda Tuli pada 27 Juli 1996 setelah perebutan kantor DPP PDI di Jakarta Pusat.

Meski kubu pendukung Megawati sempat menggandeng massa Partai Persatuan Pembangunan melalui gerakan Mega-Bintang pada pemilu 1997, dominasi Golkar tetap tidak terbendung. Upaya politik tersebut gagal meredam kekuasaan rezim yang telah berakar selama puluhan tahun di parlemen.

Pelantikan Soeharto justru menyulut amarah publik dan memicu aksi demonstrasi mahasiswa secara masif di Jakarta, Surakarta, hingga Medan. Tekanan domestik dan internasional yang begitu kuat akhirnya memaksa Soeharto mundur pada Mei 1998 dan menyerahkan tongkat estafet kepada Bacharuddin Jusuf Habibie.

Transisi Kekuasaan dan Pengunduran Diri Soeharto

Soeharto

Gelombang protes mahasiswa di berbagai kota besar mencerminkan kejenuhan rakyat terhadap sistem pemerintahan yang sentralistik. Situasi keamanan nasional memburuk seiring dengan eskalasi tuntutan reformasi dari berbagai elemen masyarakat.

Menghadapi tekanan politik yang luar biasa besar, Soeharto akhirnya memilih langkah dramatis dengan meletakkan jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia pada Mei 1998. Keputusan tersebut sekaligus menutup babak panjang kekuasaan Orde Baru yang berlangsung selama tiga dekade.

Bacharuddin Jusuf Habibie yang sebelumnya mendampingi sebagai wakil presiden kemudian disumpah untuk mengisi kekosongan jabatan tertinggi negara. Transisi kepemimpinan ini menandai dimulainya era baru demokrasi di Indonesia menuju pemilihan umum yang lebih terbuka.

Peristiwa bersejarah pada tahun 1998 tersebut mengubah total peta konstelasi politik nasional dan membuka jalan bagi penataan ulang sistem ketatanegaraan republik ini.

Topics
pemilihan presiden 1998 soeharto orde baru megawati soekarnoputri bj habibie golkar sejarah indonesia reformasi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.