Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Senjata Era Nazi Ditemukan di Antara...
BERITA

Senjata Era Nazi Ditemukan di Antara Arsenal Hizbullah dan Hamas

By Dewi Lestari 3 min read 16 Agustus 2026
Senapan mesin era Nazi yang disita oleh militer Israel dari pangkalan Hizbullah di Lebanon

Senapan mesin era Nazi yang disita oleh militer Israel dari pangkalan Hizbullah di Lebanon

Militer Israel atau IDF menunjukkan gudang penyimpanan basis Tzrifin di Israel Tengah yang penuh dengan roket, granat, drone, senapan runduk, serta berbagai persenjataan militer milik Hizbullah dan Hamas. Berbagai senjata hasil sitaan tersebut berasal dari berbagai negara pembuat, mulai dari Iran, Rusia, Tiongkok, hingga produsen lokal di Lebanon dan Gaza.

Komandan unit evakuasi peralatan tangkapan IDF, Letnan Kolonel Idan Sharon-Kettler, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan senapan mesin MG 34 buatan Jerman era Perang Dunia II di sebuah kompleks Hizbullah di Lebanon. Senjata bersejarah tersebut memiliki stempel lambang burung elang dan swastika yang dicap pada permukaannya.

Sharon-Kettler menjelaskan bahwa senapan mesin Nazi tersebut kemungkinan besar digunakan oleh kelompok militan didikan rezim Iran itu sebagai alat propaganda atau penunjang moral pasukan. Selain MG 34, pasukan Israel juga menyita senapan serbu era Nazi lainnya yaitu MP 44 atau yang juga dikenal dengan sebutan StG 44 dari tangan Hizbullah.

Selain senjata era Perang Dunia II, pameran senjata sitaan itu juga menampilkan berbagai perlengkapan militer canggih seperti mortir buatan Iran, senapan serbu AK-47 asal Rusia, senapan runduk presisi tinggi buatan Austria, hingga sepeda motor dan ATV yang dimodifikasi untuk membawa roket anti-tank.

Jejak Senjata Global di Medan Konflik Timur Tengah

Keberadaan berbagai jenis senjata dari belahan dunia lain di gudang militer Israel menunjukkan luasnya jaringan pasokan militer yang mendukung kelompok proksi Iran di kawasan tersebut. Berbagai perlengkapan tempur mulai dari seragam militer buatan Suriah, Tiongkok, hingga Lebanon turut diamankan oleh pihak militer.

Sharon-Kettler menegaskan bahwa operasi pembersihan di Lebanon selatan harus terus dilakukan demi melindungi keselamatan warga sipil Israel dari ancaman serangan roket maupun teror lanjutan. Menurutnya, jika pasukan Israel tidak turun tangan untuk membersihkan fasilitas militer tersebut, maka tidak ada pihak lain yang akan melakukannya.

Di sisi lain, perundingan internasional yang dimediasi oleh Amerika Serikat terus berlanjut untuk mendorong pelucutan senjata kelompok militan di Lebanon. Pembicaraan lanjutan antara pihak-pihak terkait dijadwalkan akan kembali digelar di Roma pada awal September mendatang guna membahas stabilitas kawasan.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan optimisme terhadap jalannya proses diplomatik meskipun proses tersebut menghadapi berbagai tantangan politik di lapangan. Berbagai pihak berharap upaya damai ini mampu meredakan ketegangan berkepanjangan di kawasan perbatasan.

Topics
hizbullah hamas israel militer lebanon senjata nazi idf konflik
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.