Seoul bersiap menghadapi gelombang panas ekstrem setelah Korea Selatan mencatat rekor suhu tertinggi nasional yang memicu kekhawatiran luas di berbagai wilayah. Kota Yangsan sebelumnya mencatatkan suhu tertinggi sepanjang sejarah mencapai 42,5 derajat Celsius pada akhir pekan lalu, mengalahkan rekor pengamatan cuaca dalam 122 tahun terakhir.
Gelombang panas yang mematikan ini kini mulai bergeser ke arah barat menuju ibu kota Seoul yang padat penduduk. Pemerintah setempat memperkirakan suhu di kota tersebut akan menyentuh angka 38 derajat Celsius dan bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKorea Selatan telah melaporkan 16 korban jiwa akibat cuaca panas serta lebih dari 2.000 orang harus menjalani perawatan medis sejak bulan Mei lalu. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mencatat lonjakan kasus penyakit terkait panas yang signifikan di tengah masyarakat.
Presiden Lee Jae Myung meminta para pejabat terkait untuk segera mengambil langkah perlindungan bagi warga dan memeriksa sistem kelistrikan nasional. Lonjakan permintaan pendingin ruangan dikhawatirkan dapat memicu gangguan pasokan listrik di tengah cuaca yang semakin tidak menentu.
Langkah Darurat dan Dampak Panas di Seoul
Otoritas Seoul langsung menggelar rapat darurat guna merespons ancaman suhu ekstrem yang melanda wilayah perkotaan. Pemerintah mengerahkan armada truk penyiram air ke berbagai ruas jalan serta menerjunkan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi warga rentan.
Para pekerja luar ruangan merasakan dampak paling berat dari gelombang panas ini di tengah minimnya fasilitas pendingin yang memadai. Sejumlah pekerja konstruksi dan petugas lapangan terpaksa beristirahat secara berkala di bawah naungan rindang untuk menghindari sengatan matahari langsung.
Badan Meteorologi Korea mengungkapkan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang menutupi Semenanjung Korea. Kombinasi sinar matahari yang kuat serta minimnya awan membuat suhu udara melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir.
Para ilmuwan terus mengingatkan bahwa krisis iklim global membuat kejadian cuaca ekstrem seperti gelombang panas semakin sering terjadi. Pemerintah didorong untuk melakukan perombakan sistem krisis nasional agar lebih siap menghadapi ancaman suhu panas di masa depan.