Sebuah insiden membingungkan yang berujung pada investigasi mendalam terjadi di sebuah fasilitas kesehatan publik di Provinsi Tucumán, Argentina. Insiden tersebut melibatkan kesalahan penyerahan bayi baru lahir yang membuat pihak keluarga serta otoritas rumah sakit setempat harus berurusan dengan pemeriksaan forensik.
Berdasarkan laporan media, keluarga muda tersebut mendatangi Rumah Sakit Regional Doctor Miguel Belascuain di wilayah Concepción untuk menyambut kelahiran buah hati yang dinamai Emma. Selama proses kehamilan berlangsung, hasil pemeriksaan USG berulang kali mengonfirmasi bahwa pasangan tersebut akan dikaruniai seorang bayi perempuan.
Mengutip laporan media, setelah proses persalinan melalui operasi cesar selesai, pihak rumah sakit menyerahkan bayi yang baru lahir kepada sang ibu dengan mengenakan pakaian serba merah muda lengkap dengan atribut pendukungnya. Namun, kejanggalan baru disadari oleh orang tua ketika mereka hendak mengganti popok bayi dan mendapati bahwa bayi yang mereka terima berjenis kelamin laki-laki.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan oleh berbagai sumber, pihak Kementerian Kesehatan setempat langsung bergerak cepat dengan menonaktifkan empat petugas medis dan perawat yang bertugas saat persalinan. Gubernur Tucumán, Osvaldo Jaldo, turut memberikan instruksi tegas agar investigasi administratif maupun penyelidikan yudisial dilakukan secara transparan demi meredakan keresahan publik.
Laboratorium Genética Forense akhirnya melakukan tes pencocokan DNA terhadap lima ibu dan bayi yang lahir pada rentang waktu serupa di rumah sakit tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan bahwa bayi laki-laki yang diserahkan itu secara biologis memang merupakan anak kandung dari pasangan pelapor, meski misteri terkait perbedaan hasil USG masih menjadi sorotan investigasi.