Kasus Narcosobrinos mencatatkan sejarah kelam penyelundupan narkotika internasional tatkala dua keponakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro diringkus oleh aparat penegak hukum Amerika Serikat.
Sebagaimana dilaporkan oleh dokumen investigasi, Efraín Antonio Campo Flores dan Francisco Flores de Freitas ditangkap oleh United States Drug Enforcement Administration di Port-au-Prince, Haiti, pada 10 November 2015 setelah kedapatan membawa 800 kilogram kokain.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis awak media, penangkapan tersebut membongkar jaringan perdagangan obat terlarang yang diduga melibatkan akses khusus keluarga kepresidenan menggunakan fasilitas VVIP di bandara Venezuela.
Berdasarkan hasil persidangan di pengadilan New York, kedua keponakan tersebut akhirnya dijatuhi hukuman 18 tahun penjara pada Desember 2017 sebelum akhirnya dibebaskan melalui pertukaran tahanan pada tahun 2022.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan skandal ini menjadi sorotan tajam dunia internasional mengenai dugaan keterlibatan lingkaran kekuasaan tertinggi di Venezuela terhadap sindikat narkotika global.