Saddam Hussein merupakan tokoh kontroversial yang menjabat sebagai presiden kelima Irak dari 16 Juli 1979 hingga 9 April 2003. Lahir di Al-Awja dekat Tikrit pada 28 April 1937, Saddam tumbuh dalam keluarga gembala dan memainkan peran sentral dalam kudeta Partai Ba'ath pada tahun 1968 yang membawanya menguasai panggung politik negeri seribu satu malam.
Selama masa kepemimpinannya, Saddam menjalankan pemerintahan otoriter dan represif yang diwarnai konsolidasi kekuasaan melalui nasionalisasi sektor minyak serta penekanan gerakan oposisi dari kelompok Syiah dan Kurdi. Stabilitas domestik diwarnai konflik besar termasuk Perang Iran-Irak dan Perang Teluk, sementara kekuasaannya berakhir tragis ketika Amerika Serikat memimpin invasi pada tahun 2003 dengan dalih kepemilikan senjata pemusnah massal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetelah bersembunyi di bunker bawah tanah, Saddam ditangkap pasukan gabungan AS di dekat Tikrit pada Desember 2003 dan kemudian diserahkan kepada pemerintah interim Irak untuk diadili. Pengadilan khusus mendakwanya atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait pembunuhan massal warga di Dujail pada tahun 1982 menyusul upaya pembunuhan gagal terhadap dirinya.
Majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman mati dengan cara digantung setelah ia dinyatakan bersalah dalam persidangan tersebut. Eksekusi kontroversial dilaksanakan pada 30 Desember 2006 di sebuah pangkalan militer Kadhimiyah, Baghdad, bertepatan dengan hari pertama Idul Adha, yang kemudian memicu perdebatan global setelah rekaman video prosesinya bocor ke publik.
Akhir Hayat Sang Mantan Penguasa di Tiang Gantungan
Eksekusi mati Saddam Hussein menyisakan cerita dramatis di balik jeruji besi pangkalan militer Camp Justice. Permintaannya agar dieksekusi menggunakan regu tembak ditolak pihak berwenang, sehingga eksekusi gantung tetap dilakukan pada pagi hari menjelang pergantian tahun.
Detik-detik akhir hidupnya diwarnai ketegangan ketika ia melafalkan kalimat syahadat di hadapan para algojo dan saksi mata. Tali gantungan seketika merenggut nyawanya saat ia melafalkan nama Nabi Muhammad dalam doa terakhirnya.
Jenazah mantan penguasa tersebut kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan secara diam-diam di tanah kelahirannya di Al-Awja, dekat kota Tikrit. Kompleks makam tersebut sempat menjadi lokasi ziarah sebelum akhirnya dilaporkan hancur akibat konflik bersenjata pada tahun 2015.
Kisah hidup Saddam Hussein tetap dikenang dunia sebagai babak sejarah kelam penuh pergolakan politik, pelanggaran hak asasi manusia, serta intervensi asing yang mengubah peta kekuatan geopolitik di kawasan Timur Tengah secara permanen.