Kabar mengenai peluang pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi penuh waktu, serta kesempatan mengikuti seleksi CPNS, mendapat sorotan dari berbagai pihak. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan tidak ingin larut dalam euforia berlebihan menyikapi kebijakan tersebut.
Menurut Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti, kebijakan ini memang patut diapresiasi karena berpotensi meningkatkan status kepegawaian serta kesejahteraan para guru yang telah berstatus PPPK. "Kita enggak euforia, ini sesuatu yang harus kita apresiasi, oke. Ya bagus lah peningkatan kualitas, apa, status kan, berarti peningkatan kesejahteraan. Kita apresiasi itu," ungkap Retno saat dihubungi awak media, Kamis (20/8/2026).
Kendati demikian, Retno menilai bahwa kebijakan ini belum secara tuntas menyelesaikan persoalan mendasar di dunia pendidikan, khususnya nasib para guru honorer yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan status di sekolah-sekolah negeri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, guru yang telah berstatus PPPK dinilai memiliki kepastian yang jauh lebih baik dibandingkan tenaga honorer. Berdasarkan catatan FSGI, masih terdapat sekitar 140.000 guru yang masuk dalam Data Pokok Pendidikan setelah Desember 2024 yang belum tersentuh kepastian pengangkatan.
Dikutip dari laporan media, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah mengingat target penataan tenaga pendidik di sekolah negeri. Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan rencana pemindahan status kepegawaian PPPK menjadi pegawai pemerintah pusat serta membuka proyeksi kebutuhan guru nasional.