Dedikasi selama puluhan tahun para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapatkan pengakuan formal dari negara. Sebanyak 467 ASN menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya (SLKS) atas kontribusi mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik selama satu dekade hingga tiga dekade.
Prosesi penyematan tanda kehormatan berlangsung khidmat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (19/8/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung upacara tersebut, yang terbagi dalam dua sesi guna memastikan efektivitas dan ketertiban acara.
Dalam arahannya, Khofifah menggarisbawahi bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan bentuk apresiasi Presiden Republik Indonesia atas rekam jejak pengabdian yang tercatat. Namun, ia menekankan agar para penerima tidak menjadikan capaian masa kerja sebagai titik akhir dari dedikasi mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi ini mengindikasikan bahwa Pemprov Jatim tengah mendorong pergeseran paradigma birokrasi. "Supaya panjenengan memahami apa yang sudah panjenengan kontribusikan, dedikasikan, juga abdikan untuk bangsa dan negara itu dicatat dan diberi tanda kehormatan oleh Presiden Republik Indonesia," tegas Gubernur Khofifah saat menyemangati para aparatur.
Transformasi Birokrasi melalui Inovasi SIKAP
Kondisi tersebut mempertegas urgensi inovasi sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan. Menurut Khofifah, masa pengabdian panjang harus diiringi dengan kemampuan adaptasi terhadap tantangan pembangunan yang kian dinamis dan kompleks.
Sebagai manifestasi konkret dari arah kebijakan tersebut, program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) muncul sebagai prototipe keberhasilan. Inovasi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini menjadi tolok ukur bagaimana birokrasi dapat melahirkan karya nyata bagi masyarakat.
Program SIKAP, yang kini dikembangkan di lingkup SMA, SMK, dan SLB, berfungsi lebih dari sekadar sarana edukasi. Inisiatif ini dipandang sebagai kontribusi strategis Jawa Timur dalam mendukung agenda prioritas Presiden RI Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan nasional.
Penting untuk digarisbawahi bahwa keberlanjutan program inovatif ini menjadi kunci utama. Pemprov Jatim menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan inovasi menjadi program sesaat, melainkan terus dikembangkan dan diperluas manfaatnya bagi penguatan daya saing bangsa.