Berdasarkan laporan media SportsPro, peluncuran video game resmi Piala Dunia selalu menjadi tradisi penting yang dinantikan oleh generasi penggemar sepak bola di seluruh dunia. Sejak era 1980-an hingga masa kejayaan EA Sports dengan seri ikonik World Cup 98, game simulasi sepak bola telah menjadi jendela interaktif yang mendekatkan jutaan orang pada kemeriahan turnamen terbesar sejagat.
Namun, pemandangan berbeda tersaji menjelang Piala Dunia 2026. Sebagaimana diberitakan, turnamen kali ini menandai babak baru sekaligus ujian berat bagi strategi gaming independen milik federasi sepak bola dunia setelah resmi berpisah dengan EA Sports empat tahun silam. Tanpa kehadiran pengembang raksasa tersebut, FIFA harus memutar otak mencari cara untuk mempertahankan keterlibatan para penggemar melalui medium digital.
Mengutip laporan yang sama, alih-alih merilis game simulasi konsol tradisional berbiaya besar, FIFA memilih pendekatan yang lebih beragam melalui strategi "multi-faceted". Melalui kerja sama dengan Delphi Interactive, game resmi bertajuk "FIFA World Cup: Launch Edition" resmi dirilis secara digital dan didistribusikan secara eksklusif melalui platform streaming Netflix untuk perangkat seluler serta televisi terhubung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKeputusan untuk fokus ke ranah seluler dinilai sebagai langkah strategis yang cerdas untuk menjangkau audiens global tanpa terbebani perangkat keras yang mahal. Sebagaimana diungkapkan dalam analisis tersebut, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat portofolio olahraga Netflix, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru tanpa praktik iklan yang mengganggu kenyamanan pengguna.
Selain lewat Netflix, ekspansi digital FIFA juga menyasar generasi muda melalui platform populer Roblox dengan menghadirkan "Fifa Super Soccer" yang telah mencatat miliaran kunjungan. Di sisi lain, kehadiran mode turnamen internasional dalam Football Manager turut mengisi kekosongan, sementara EA Sports sendiri merilis mode tandingan bernama "The World's Game" di dalam game EA FC 26.
Kendati strategi jangka panjang FIFA ini menjanjikan diversifikasi audiens di berbagai platform, banyak pihak berpendapat bahwa perpisahan dengan EA Sports tetap menyisakan ironi tersendiri. Seandainya kedua belah pihak dapat mencapai kata sepakat terkait nilai lisensi di masa lalu, kemeriahan Piala Dunia di dunia virtual tentu akan terasa jauh lebih megah dan maksimal bagi para pecinta sepak bola.