Fokus perhatian pada sensasi peradangan terbukti membantu tubuh mengatur respons imun dengan lebih baik, sementara pengalihan perhatian justru memberikan efek sebaliknya berdasarkan riset terbaru.
Tim peneliti yang dipimpin oleh neurosaintis Liron Rozenkrantz dari Bar-Ilan University di Israel menerbitkan temuan penting tersebut dalam jurnal Nature Human Behaviour pada 18 Agustus 2026.
Dalam eksperimen yang melibatkan 37 relawan sehat melalui tes tusuk kulit histamin, ukuran bentol atau wheal pada kondisi fokus tercatat rata-rata 3,5 milimeter berbanding 5,0 milimeter saat partisipan teralihkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSekitar 90 persen partisipan menunjukkan tingkat peradangan yang lebih besar ketika perhatian mereka dialihkan menggunakan video menarik selama pengujian berlangsung.
Peran Sistem Saraf dalam Pengaturan Imun
Eksperimen lanjutan yang melibatkan 20 partisipan dengan menggunakan bentuk-bentuk abstrak menunjukkan hasil konsisten di mana peradangan tercatat 1,6 kali lebih kecil saat ada perhatian internal.
Para peneliti menduga bahwa memusatkan perhatian pada ketidaknyamanan mengirim sinyal yang lebih kuat ke otak sehingga tubuh mampu mengkalibrasi respons kekebalan secara presisi.
Ketika para peneliti menggunakan lidokain untuk mematikan rasa di area tersebut, efek keteraturan imun menjadi melemah meskipun pembengkakan tetap lebih kecil dibanding saat teralihkan.
Pengukuran aktivitas sistem saraf otonom menunjukkan adanya perbedaan pada variabilitas detak jantung, yang mengindikasikan keterlibatan jalur saraf tertentu dalam pengaturan peradangan.