Nicotinamide riboside atau dikenal sebagai NR kini menjadi suplemen diet populer bagi masyarakat mengincar energi, metabolisme, serta penuaan sehat. Senyawa turunan vitamin B3 ini dijual bebas tanpa resep pada banyak tempat karena diklaim mampu meningkatkan kadar molekul NAD+ dalam tubuh.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, peningkatan kadar NAD+ sering dikaitkan dengan perbaikan sel dan pelepasan energi, tetapi penelitian terbaru dari University of Missouri justru memunculkan pertanyaan serius mengenai efek sampingnya pada penderita kanker.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeStudi dipimpin oleh Elena Goun dan diterbitkan dalam jurnal Biosensors and Bioelectronics menyoroti dampak NR pada triple-negative breast cancer, yakni jenis kanker payudara agresif tanpa reseptor hormon umum. Dari analisis Kabayan News, sel kanker sangat membutuhkan energi tinggi untuk membelah diri, sehingga suplai NAD+ berlebih dari suplemen dikhawatirkan mendukung pertumbuhan tumor.
Meskipun temuan ini terdengar mengkhawatirkan, para ahli menekankan bahwa riset tersebut baru diuji pada model laboratorium dan hewan sehingga belum tentu berdampak sama pada manusia sehat. Walau demikian, para peneliti mengingatkan produk suplemen konsentrat tinggi tidak selalu bebas risiko dan membutuhkan studi klinis lanjutan sebelum dapat disimpulkan secara utuh.
Berdasarkan laporan kesehatan tersebut, masyarakat terutama pasien kanker disarankan untuk berkonsultasi dengan tim dokter onkologi sebelum mengonsumsi suplemen vitamin B3 guna menghindari potensi risiko kesehatan yang tidak diinginkan.