Dikutip dari laporan media, suasana haru mendadak menyelimuti ruang tahanan Polres Gresik tatkala para tersangka kasus hukum diberikan kesempatan emas untuk melepas rindu bersama keluarga tercinta. Berdasarkan laporan yang dihimpun, momen emosional tersebut mempertemukan para tahanan dengan anak dan istri mereka di sela-sela proses hukum yang sedang berjalan.
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menyatakan bahwa langkah humanis ini sengaja dihadirkan agar penegakan hukum tetap berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan. "Ini demi kemanusiaan. Meski mereka sedang menjalani proses hukum atas perbuatannya, hak-hak dasar dan sisi humanis sebagai seorang ayah serta suami tetap harus kita hargai," ujar AKBP Ramadhan sebagaimana diberitakan oleh Tribun Jatim.
Menurut AKBP Ramadhan, pendekatan humanis tersebut sama sekali tidak berarti mengesampingkan aturan maupun prosedur hukum yang berlaku. Sebaliknya, kebijakan ini merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan yang tetap mengedepankan empati kepada setiap warga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, rasa haru yang mendalam terlihat jelas dari ekspresi para tahanan yang tidak kuasa menahan air mata saat bersua dengan keluarga. Dua di antaranya adalah tahanan berinisial ES asal Kebomas yang terjerat kasus penggelapan serta HS asal Bungah yang tersangkut perkara uang palsu.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, jadwal kunjungan tahanan di Polres Gresik secara rutin memang dibuka setiap hari Selasa dan Kamis pada pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Kehadiran keluarga melalui pelukan hangat diharapkan mampu memberikan suntikan kekuatan moral bagi para tahanan agar tetap tabah menghadapi proses hukum.