Tiga ekor singa di Tama Zoological Park Tokyo mati akibat diduga mengalami serangan panas atau heatstroke di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Jepang.
Berdasarkan laporan pengelola kebun binatang, sepuluh dari total enam belas singa yang ada di fasilitas tersebut telah menunjukkan gejala seperti penurunan nafsu makan dan aktivitas sejak pertengahan Juli lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak kebun binatang menyatakan bahwa tiga ekor singa betina yang masing-masing berusia 3, 11, dan 15 tahun telah mati dalam waktu yang berbeda sepanjang pekan lalu.
"Menurut dokter hewan kami, penyebab kematian diduga kuat adalah heatstroke karena ditemukan gejala dehidrasi serta kegagalan fungsi organ tubuh secara menyeluruh," ujar juru bicara kebun binatang.
Ancaman cuaca ekstrem ini diperparah oleh tingkat kelembapan udara yang tinggi di Jepang, yang dinilai jauh berbeda dari kondisi iklim kering di habitat asli singa di Afrika.
Sebagai langkah antisipasi darurat, area kandang singa kini ditutup untuk umum sementara pengelola meningkatkan sistem pendingin udara, penyemprotan air, serta ventilasi.
Di sisi lain, organisasi perlindungan hewan PETA turut memberikan kritik tajam atas insiden tersebut dengan menyatakan bahwa kebun binatang kerap kali mengabaikan kesejahteraan demi keuntungan komersial.
Berdasarkan data Badan Pengelola Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang, ribuan warga juga harus dilarikan ke rumah sakit akibat sengatan cuaca panas ekstrem yang terus meningkat setiap tahunnya.