Merek dessert Korea Tokyo Berry menuai kontroversi besar setelah kemasan dan identitas mereknya dituding menjiplak produk legendaris asal Jepang Tokyo Banana.
Berdasarkan laporan media setempat, merek yang baru meluncur pada Juni 2026 ini langsung disorot warganet karena kemiripan logo, ilustrasi buah, hingga penggunaan nama Tokyo yang mengecoh konsumen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan oleh The Korea Herald, para pelanggan awalnya mengira Tokyo Berry merupakan anak usaha resmi dari merek Jepang tersebut karena konsep visual pastel yang diusungnya sangat identik.
Dari analisis awak media, kemarahan publik semakin memuncak setelah muncul dugaan bahwa jenama ini tidak hanya meniru produk Jepang, tetapi juga menjiplak kemasan tradisional hanji milik merek lokal Hanjungsun.
Mengutip laporan Chosun, gelombang kritik yang disebut sebagai noda memalukan ini akhirnya memaksa sejumlah pusat perbelanjaan besar di Seoul untuk membatalkan seluruh agenda penjualan pop-up store Tokyo Berry.
Hingga saat ini, pihak pengelola Tokyo Banana yakni Grapestone menyatakan tengah meninjau permasalahan tersebut lebih lanjut setelah menutup kolom komentar pada akun media sosial resmi Tokyo Berry.