Pemerintah metropolitan Tokyo mengambil langkah drastis dengan mencabut kebijakan larangan berburu beruang yang telah diberlakukan selama hampir dua puluh tahun terakhir.
Sebagaimana diwartakan oleh media The Independent, kebijakan pelonggaran ini diambil menyusul peningkatan drastis laporan kemunculan beruang liar yang kian meresahkan warga.
Berdasarkan laporan media, panel ahli pemerintah Tokyo telah menyetujui rencana manajemen lima tahun yang memperbolehkan para pemburu melenyapkan sebanyak 34 ekor beruang setiap tahunnya di wilayah barat Tokyo.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePeningkatan penampakan beruang tercatat melonjak signifikan dari hanya 70 kasus pada tahun 2021 hingga mencapai 213 kasus pada tahun 2025 yang lalu.
Mengutip laporan media, lebih dari 40 persen dari total kemunculan satwa liar tersebut kini tercatat terjadi di radius kurang dari 200 meter dari pemukiman warga dan lahan pertanian.
Estimasi populasi beruang di wilayah tersebut diperkirakan berada di kisaran 120 hingga 378 ekor, dengan rasio satu ekor beruang per dua kilometer persegi area hutan.
Aksi pemusnahan ini nantinya hanya akan diizinkan bagi para pemburu berlisensi yang beroperasi di sejumlah distrik tertentu seperti Hachioji, Machida, hingga Okutama.
Pemerintah Tokyo sebelumnya sempat melarang aktivitas perburuan beruang Asia pada tahun 2008 silam setelah mengategorikan satwa tersebut sebagai spesies yang hampir terancam punah.