Pemerintahan Marxis-Leninis di Rusia yang sempat bertahan selama puluhan tahun akhirnya rontok dalam hitungan hari pada Agustus 1991. Sejarawan terkemuka Robert Service merangkum momen krusial tersebut dalam buku terbarunya berjudul The August Coup, yang menyoroti betapa rapuhnya sistem kekuasaan kala itu.
Dalam buku tersebut, Service menguraikan bagaimana upaya para petinggi garis keras untuk merebut kembali kendali justru berujung pada aksi konyol yang minim persiapan. Alih-alih menyelamatkan rezim, kudeta singkat terhadap Mikhail Gorbachev justru mempercepat kehancuran total Uni Soviet.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGorbachev sendiri dinilai gagal menyelamatkan negara melalui kebijakan perestroika dan glasnost yang dibawanya. Puncaknya terjadi ketika kelompok pimpinan KGB melancarkan kudeta amatir yang langsung kehilangan arah akibat kurangnya strategi serta kebiasaan buruk para pelakunya.
Situasi semakin absurd ketika para pemimpin kudeta tampil di televisi nasional dalam kondisi mabuk berat dengan tangan bergetar hebat. Kegagalan total ini dimanfaatkan dengan baik oleh Boris Yeltsin untuk mengambil alih panggung politik dan memimpin Rusia menuju era baru.
Sisi Lain Kejatuhan Uni Soviet dalam Catatan Robert Service
Robert Service berhasil menghadirkan narasi sejarah yang kompleks menjadi sebuah bacaan yang sangat mengalir dan mudah dipahami. Pengetahuannya yang mendalam mengenai dinamika politik Rusia abad ke-20 membuat setiap detail kekacauan kudeta tergambar dengan jelas.
Salah satu faktor utama kegagalan kudeta adalah kecerobohan para petinggi yang membiarkan Boris Yeltsin tetap bebas dan leluasa berkomunikasi. Yeltsin bahkan mampu menggalang dukungan internasional serta berpidato di atas tank di depan gedung parlemen tanpa hambatan berarti.
Di balik drama politik yang menegangkan tersebut, tersimpan pula kisah-kisah absurd mengenai kondisi para elite politik yang kerap dikuasai minuman keras. Fakta-fakta unik ini memperlihatkan bahwa keruntuhan sebuah imperium besar sering kali diwarnai oleh ketidakkompetenan para pengelolanya.
Melalui karya terbarunya ini, Service tidak hanya sekadar mengingatkan pembaca pada peristiwa masa lalu, tetapi juga memberikan perspektif mendalam. Runtuhnya Uni Soviet tidak terjadi karena pertempuran besar, melainkan runtuh perlahan dari dalam akibat birokrasi yang keropos.