Wildberries sebagai peritel online terbesar di Rusia kini menjadi sasaran empuk serangan drone militer Ukraina dalam beberapa waktu terakhir.
Perusahaan e-commerce yang didirikan oleh pengusaha Tatyana Kim pada tahun 2004 ini menguasai sekitar sepertiga pasar perdagangan digital Rusia, sektor yang menyumbang lebih dari 8 persen dari PDB negara tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis citra satelit Reuters, sedikitnya 1,18 juta meter persegi area gudang Wildberries mengalami kerusakan parah atau hancur akibat terjangan drone Ukraina sejak pertengahan Juli lalu.
Ukraina beralasan serangan tersebut dilakukan karena Wildberries tidak hanya menjual produk sandang dan perabot rumah tangga, melainkan juga memasok peralatan militer penting seperti komponen drone dan kacamata penglihat malam bagi pasukan Rusia.
"Tujuan utama dari serangan ini adalah menghentikan perusahaan dan pemerintah Rusia dalam memperoleh barang-barang sanksi yang terus mengalir melalui operasi e-commerce ini," ungkap ahli kebijakan luar negeri Ukraina, Oleksandr Kraiev, sebagaimana dilaporkan.
Analis memperkirakan kerugian akibat serangan gudang tersebut mencapai miliaran euro, sementara pihak Kremlin mengecam tindakan itu sebagai serangan terhadap ekonomi sipil kendati Moskow sendiri kerap membombardir infrastruktur Ukraina selama bertahun-tahun.