Pasokan bahan bakar minyak di Australia dipastikan tetap aman dan terkendali meskipun lonjakan harga bensin di SPBU kian membebani pengendara akibat situasi geopolitik global yang memanas.
Harga bensin dan solar merangkak naik secara bertahap setelah kebijakan diskon cukai bahan bakar dari pemerintah resmi dihentikan, berbarengan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenteri Energi Chris Bowen dalam pembaruan pasokan nasional menegaskan pihaknya tidak akan memperpanjang masa berlaku diskon cukai tersebut.
"Sejak saya memulai konferensi pers ini lima bulan lalu, dua hal tetap konsisten, sistem internasional volatil dan tidak dapat diprediksi serta keamanan bahan bakar Australia tetap stabil dan solid," ujarnya kepada awak media.
Berdasarkan analisis tim redaksi, ketahanan stok nasional saat ini masih mampu meredam kepanikan pasar meskipun beban biaya hidup masyarakat bertambah akibat kenaikan harga di pompa bensin.
Stok cadangan nasional saat ini mencatat ketersediaan bensin untuk 42 hari, solar 36 hari, serta bahan bakar jet selama 34 hari, ditambah puluhan kapal tanker yang sedang dalam perjalanan mengirim miliaran liter minyak.
Direktur Eksekutif Motor Trades Association of Australia, Bruce Billson menyatakan situasi di lapangan terpantau lebih tenang dan tidak terlihat adanya aksi panic buying dari para pengendara.
"Suasana di SPBU lebih tenang dari perkiraan karena masyarakat sudah pernah melewati lonjakan harga serupa sebelumnya," jelasnya terkait kondisi terkini di lapangan.