Prediksi Solana bakal menggusur Ethereum sebagai altcoin nomor satu di dunia pada tahun 2030 kini menjadi sorotan pelaku pasar kripto. Ethereum memimpin pasar altcoin dengan kapitalisasi pasar mencapai 232 miliar dolar Amerika Serikat, jauh mengungguli para pesaing.
Kendati mendominasi industri, pertumbuhan Ethereum mulai melambat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berbagai kompetitor baru bermunculan menawarkan solusi lebih cepat dan efisien dalam sektor keuangan terdesentralisasi.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, Solana dikenal sebagai alternatif Ethereum menawarkan kecepatan transaksi tinggi dengan biaya murah. Keunggulan tersebut menarik perhatian investor institusional besar termasuk Cathie Wood dari Ark Invest.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut analisis Kabayan News, langkah strategis Solana memperkuat posisi di sektor keuangan terdesentralisasi memberikan ancaman serius bagi dominasi lama Ethereum. Saat ini, Ethereum menguasai sekitar 55 persen aktivitas DeFi, sementara Solana baru memegang pangsa pasar sekitar 6 persen.
Potensi pertumbuhan besar terbuka lebar seiring adopsi tren mutakhir seperti stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata oleh jaringan Solana. Vibhu Norby selaku Chief Product Officer Solana Foundation menyatakan ambisi besar menjadikan jaringan tersebut sebagai pusat transaksi finansial global.
Perusahaan investasi VanEck memproyeksikan harga Solana berpotensi melesat hingga 3.211 dolar Amerika Serikat pada tahun 2030 dalam skenario bullish. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan berlipat ganda bagi investor mengambil posisi jangka panjang.