Arsenal tampaknya harus kembali memutar otak pada bursa transfer musim panas ini. Di tengah ambisi besar Mikel Arteta untuk memperkuat lini serang dan tengah, kubu Meriam London justru dihantui oleh masalah klasik yang belum kunjung usai di sektor lini belakang mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Manajemen klub sebenarnya sudah menggelontorkan dana fantastis mencapai £165 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun untuk membangun tembok pertahanan. Pembelian ini meliputi Riccardo Calafiori seharga £42 juta, Piero Hincapie senilai £34.5 juta, Ben White dengan £50 juta, dan Jurrien Timber sebesar £38.5 juta.
Ironisnya, investasi besar-besaran tersebut justru kerap mubazir. Masalah utama The Gunners bukanlah penurunan kualitas permainan, melainkan badai cedera yang terus menerus menimpa keempat pemain pilar tersebut hingga membuat mereka sering absen dari lapangan hijau.
Berdasarkan data statistik sejak awal musim 2025/26, keempat bek sayap andalan Arsenal tersebut telah melewatkan total 341 hari akibat cedera. Angka akumulatif yang mengkhawatirkan ini datang dari 13 kasus cedera terpisah hanya dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Kondisi ini memaksa Mikel Arteta dan direktur olahraga untuk bergerak aktif mencari alternatif baru. Lini bek sayap menjadi area krusial yang tidak boleh dilupakan, demi menjaga kedalaman skuad agar tetap kompetitif dalam perebutan gelar juara musim depan.