Batas suplai 21 juta Bitcoin yang menjadi aturan moneter utama aset kripto ini mendapat tantangan baru dari pengembang lama Peter Todd. Dalam presentasinya di Bitcoin++ Toronto, Todd kembali menyuarakan argumen mengenai emisi ekor yang memungkinkan penciptaan BTC baru dalam jumlah kecil secara terus-menerus.
Berdasarkan aturan saat ini, imbalan blok Bitcoin akan berkurang separuh setiap 210.000 blok hingga total suplai mencapai 21 juta koin dan hanya mengandalkan biaya transaksi. Todd menilai model tanpa subsidi blok berisiko membuat pembuatan blok menjadi tidak stabil bagi pendapatan penambang.
Todd membandingkan model tersebut dengan komoditas emas yang pasokannya terus bertambah setiap tahun namun tetap mempertahankan nilai kelangkaannya. Data World Gold Council mencatat total emas di atas permukaan bumi mencapai 220.000 ton pada akhir 2025 dengan tambahan produksi tambang sebanyak 3.672 ton pada tahun tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, gagasan ini memicu perdebatan karena menghilangkan batas maksimal absolut yang menjadi nilai jual utama Bitcoin. CEO Metaplanet Simon Gerovich berargumen bahwa pasokan tetap 21 juta koin justru semakin berharga di tengah ekspansi suplai uang fiat global yang mencapai 121 triliun dolar AS.
Tantangan Teknis dan Perdebatan Suplai Bitcoin
Penerapan emisi ekor pada jaringan Bitcoin bukan perkara mudah karena memerlukan hard fork atau pembaruan perangkat lunak secara menyeluruh. Todd sendiri mengakui bahwa meyakinkan sebagian besar komunitas untuk menyetujui perubahan aturan moneter tersebut akan menjadi tantangan yang sangat berat.
Di sisi lain, kekhawatiran terkait berakhirnya subsidi blok masih tergolong sangat jauh karena proses penurunan imbalan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2140. Hal ini membuat perdebatan lebih berfokus pada pilihan antara menjaga kelangkaan absolut atau menjamin sumber pendapatan permanen bagi penambang.
Simon Gerovich menegaskan bahwa daya tarik utama Bitcoin terletak pada kepastian pasokan ketika bank sentral dunia terus mencetak uang fiat tanpa henti. Menurutnya, karakteristik aset keras ini tidak boleh diubah demi mempertahankan fondasi ekonomi jangka panjang bagi para pemegangnya.
Perdebatan ini membuka ruang diskusi jangka panjang mengenai masa depan keamanan jaringan dan model ekonomi Bitcoin. Jaringan kripto terbesar di dunia tersebut pada akhirnya harus menentukan apakah absolutisme suplai lebih penting dibandingkan keberlanjutan insentif penambangan di masa depan.