Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Batas Suplai Bitcoin 21 Juta...
EKONOMI

Batas Suplai Bitcoin 21 Juta Digugat, Peter Todd Usul Model Emas

By Wulan Novitasari 3 min read 19 Agustus 2026
Batas suplai 21 juta Bitcoin digugat oleh pengembang Peter Todd dengan usulan emisi ekor mirip emas

Batas suplai 21 juta Bitcoin digugat oleh pengembang Peter Todd dengan usulan emisi ekor mirip emas

Batas suplai 21 juta Bitcoin yang menjadi aturan moneter utama aset kripto ini mendapat tantangan baru dari pengembang lama Peter Todd. Dalam presentasinya di Bitcoin++ Toronto, Todd kembali menyuarakan argumen mengenai emisi ekor yang memungkinkan penciptaan BTC baru dalam jumlah kecil secara terus-menerus.

Berdasarkan aturan saat ini, imbalan blok Bitcoin akan berkurang separuh setiap 210.000 blok hingga total suplai mencapai 21 juta koin dan hanya mengandalkan biaya transaksi. Todd menilai model tanpa subsidi blok berisiko membuat pembuatan blok menjadi tidak stabil bagi pendapatan penambang.

Todd membandingkan model tersebut dengan komoditas emas yang pasokannya terus bertambah setiap tahun namun tetap mempertahankan nilai kelangkaannya. Data World Gold Council mencatat total emas di atas permukaan bumi mencapai 220.000 ton pada akhir 2025 dengan tambahan produksi tambang sebanyak 3.672 ton pada tahun tersebut.

Kendati demikian, gagasan ini memicu perdebatan karena menghilangkan batas maksimal absolut yang menjadi nilai jual utama Bitcoin. CEO Metaplanet Simon Gerovich berargumen bahwa pasokan tetap 21 juta koin justru semakin berharga di tengah ekspansi suplai uang fiat global yang mencapai 121 triliun dolar AS.

Tantangan Teknis dan Perdebatan Suplai Bitcoin

Penerapan emisi ekor pada jaringan Bitcoin bukan perkara mudah karena memerlukan hard fork atau pembaruan perangkat lunak secara menyeluruh. Todd sendiri mengakui bahwa meyakinkan sebagian besar komunitas untuk menyetujui perubahan aturan moneter tersebut akan menjadi tantangan yang sangat berat.

Di sisi lain, kekhawatiran terkait berakhirnya subsidi blok masih tergolong sangat jauh karena proses penurunan imbalan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2140. Hal ini membuat perdebatan lebih berfokus pada pilihan antara menjaga kelangkaan absolut atau menjamin sumber pendapatan permanen bagi penambang.

Simon Gerovich menegaskan bahwa daya tarik utama Bitcoin terletak pada kepastian pasokan ketika bank sentral dunia terus mencetak uang fiat tanpa henti. Menurutnya, karakteristik aset keras ini tidak boleh diubah demi mempertahankan fondasi ekonomi jangka panjang bagi para pemegangnya.

Perdebatan ini membuka ruang diskusi jangka panjang mengenai masa depan keamanan jaringan dan model ekonomi Bitcoin. Jaringan kripto terbesar di dunia tersebut pada akhirnya harus menentukan apakah absolutisme suplai lebih penting dibandingkan keberlanjutan insentif penambangan di masa depan.

Topics
bitcoin peter todd kripto suplai bitcoin penambang simon gerovich blockchain ekonomi emas pasar kripto
Jurnalis Bisnis & Teknologi

Wulan Novitasari adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan bisnis, teknologi, dan ekonomi digital. Dengan ketertarikannya pada inovasi dan disruption, ia aktif mengulas tren startup, fintech, hingga cryptocurrency. Tulisannya memberikan wawasan mendalam bagi pembaca yang ingin memahami lanskap bisnis dan teknologi yang terus berubah.