Abbott bersiap membawa perangkat sensor ganda pemantau glukosa dan keton terbarunya yang dinamai Libre Duo ke pasar Amerika Serikat setelah mengajukan izin edar kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA pada 2026. Perusahaan teknologi kesehatan ini menargetkan persetujuan regulasi dapat diperoleh sebelum akhir tahun setelah sebelumnya mengantongi tanda CE di Eropa.
Perangkat inovatif ini dirancang khusus untuk membantu para penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami ketoasidosis diabetik atau DKA. Di Eropa, Abbott berencana menawarkan versi penggunaan selama 15 hari untuk orang dewasa serta versi 10 hari bagi anak-anak berusia dua tahun ke atas yang membutuhkan pemantauan ketat.
Alisa Schiffman selaku Direktur Medis Senior Abbott Diabetes Care menyatakan bahwa DKA merupakan darurat hiperglikemia paling umum bagi penyandang diabetes. Melalui deteksi dini kadar keton, Abbott melihat peluang besar untuk mencegah masuknya pasien ke rumah sakit akibat komplikasi serius tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, kehadiran teknologi sensor multi-analit ini memicu diskusi di kalangan tenaga medis mengenai praktik terbaik dalam menginterpretasikan data. Sejumlah ahli endokrinologi dan organisasi kesehatan saat ini tengah menyusun panduan edukasi bagi pasien dan dokter untuk mengoptimalkan penggunaan pemantauan keton berkelanjutan.
Tantangan Klinis dan Pertimbangan Biaya Penggunaan Sensor
Para ahli medis mengungkapkan bahwa pengukuran keton memberikan tantangan tersendiri karena sifatnya yang sangat tidak spesifik dalam menunjukkan kekurangan insulin. Rayhan Lal selaku asisten profesor dan ahli endokrinologi di Stanford Health Care menjelaskan bahwa keton merupakan produk sampingan metabolisme lemak yang belum tentu langsung merefleksikan kondisi defisiensi insulin secara akurat.
Di sisi lain, para pakar teknologi diabetes menyoroti pentingnya merancang perangkat yang mampu memberikan peringatan yang dapat ditindaklanjuti oleh pengguna tanpa membanjiri mereka dengan data berlebih. Abbott sendiri mengibaratkan pembacaan glukosa sebagai speedometer mobil yang selalu diperiksa, sementara keton berfungsi seperti lampu indikator mesin untuk mendeteksi potensi masalah.
Organisasi nirlaba Breakthrough T1D bersama para ahli internasional sebelumnya telah memimpin konsensus yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet untuk menetapkan ambang batas konsentrasi keton normal, meningkat, hingga tingkat darurat 3 mmol/L. Panduan klinis lanjutan juga sedang disiapkan oleh para dokter spesialis anak dan endokrinologi guna memperbarui protokol manajemen keton di fasilitas kesehatan.
Pertanyaan besar lainnya yang masih menjadi perhatian para klinisi berkaitan dengan penetapan harga serta cakupan asuransi kesehatan untuk perangkat sensor ganda ini. Diana Isaacs selaku direktur pendidikan teknologi diabetes di Cleveland Clinic menyebutkan bahwa harga terjangkau akan sangat menentukan tingkat adopsi pasien terhadap teknologi baru tersebut.