Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Biaya Pinjaman AS Melonjak, Sinyal...
EKONOMI

Biaya Pinjaman AS Melonjak, Sinyal Ketakutan Inflasi dan Utang

By Dewi Lestari 1 min read 15 Agustus 2026
Ilustrasi pasar keuangan dan obligasi pemerintah Amerika Serikat

Ilustrasi pasar keuangan dan obligasi pemerintah Amerika Serikat

Biaya pinjaman pemerintah Amerika Serikat melonjak tajam setelah tingkat suku bunga obligasi pemerintah berjangka 30 tahun mencatatkan level tertinggi dalam 25 tahun terakhir pada perdagangan Kamis malam.

Berdasarkan laporan The Irish Times, penjualan surat utang jangka panjang senilai USD 25 miliar menghasilkan imbal hasil sebesar 5,216 persen yang menjadi angka tertinggi sejak 2001.

Analis pasar menilai lonjakan tersebut mencerminkan kekhawatiran mendalam investor terhadap inflasi berkepanjangan serta kebijakan fiskal pemerintahan Donald Trump yang berpotensi menambah beban utang negara.

"Investors are being asked to absorb a growing supply of government debt globally at a time when deficits remain large, inflation uncertainty persists," ujar Michal Stanczyk selaku portfolio manager di Allspring Global Investments.

Kondisi ini menempatkan para pejabat Departemen Keuangan AS dalam situasi sulit karena mereka harus mendanai defisit anggaran yang terus membengkak di tengah tekanan ekonomi global.

Topics
amerika serikat ekonomi inflasi obligasi keuangan donald trump the fed
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.