Chef selebriti Tiffani Faison terpaksa mengambil keputusan berat untuk menutup restoran Sweet Cheeks dan Fool's Errand di Boston karena lonjakan biaya operasional yang membuat bisnis kuliner semakin sulit bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
"Sweet Cheeks adalah anak pertama saya dan ini adalah salah satu keputusan tersulit yang pernah saya buat," ujar Faison dikutip dari Boston.com mengenai penutupan restoran barbekyu populer tersebut.
Lonjakan biaya operasional industri restoran dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan, tarif impor, hingga biaya bahan bakar yang melambung tinggi, ditambah kewajiban membayar upah layak bagi para pekerja di tengah margin keuntungan yang sangat tipis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFaison juga menyoroti perubahan kebiasaan konsumen yang jarang berkunjung secara rutin, padahal dukungan konstan dari pelanggan sangat dibutuhkan agar restoran favorit lokal bisa terus bertahan menghadapi krisis.
Tantangan Berat Industri Restoran Global
Krisis operasional yang dialami Tiffani Faison mencerminkan situasi sulit yang sedang melanda industri F and B secara global, di mana banyak pengusaha kuliner terpaksa gulung tikar akibat beban biaya yang kian membengkak.
Laporan National Restaurant Association mencatat total pengeluaran restoran melonjak drastis hingga 36 persen sejak sebelum pandemi, sementara margin laba kotor restoran konvensional rata-rata hanya berada di kisaran 5 persen.
Sejumlah chef ternama dunia seperti Gordon Ramsay turut mengakui beratnya mempertahankan bisnis kuliner di tengah terjangan inflasi, kenaikan uang sewa, lonjakan harga bahan baku, serta berbagai tantangan eksternal lainnya.
Para pelaku industri berharap ada perhatian serta kebijakan khusus dari pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban biaya sewa ruang usaha bagi para pemilik restoran lokal agar tidak terus berjatuhan.