DeepSeek menaikkan tarif API untuk lini model V4 dengan lonjakan signifikan hingga mencapai lebih dari 1.100 persen akibat kapasitas komputasi yang semakin tertekan oleh tingginya permintaan AI global. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, penyesuaian tarif ini menandai babak baru bagi penyedia model kecerdasan buatan asal Tiongkok tersebut yang selama ini dikenal menawarkan harga ultra-murah.
Mengutip laporan Computerworld, perusahaan menerapkan skema harga fleksibel dengan memberlakukan tarif jam sibuk serta tarif setengah harga pada jam non-sibuk guna mengelola beban kerja secara efisien. "Tarif puncak menghapus keunggulan harga DeepSeek jika dibandingkan dengan kompetitor, namun jadwal jam operasional memberikan kembali keuntungan tersebut bagi pembeli yang jeli," ujar Sanchit Vir Gogia selaku kepala analis di Greyhound Research.
Berdasarkan analisis Kabayan News, lonjakan harga paling dramatis terjadi pada input dengan cache hits yang melonjak antara 52 persen hingga 1.100 persen. Kendati demikian, Mark Tauschek selaku wakil presiden riset di Info-Tech Research Group menilai bahwa kenaikan tarif ini murni didorong oleh hukum ekonomi dasar antara pasokan dan permintaan yang meningkat secara eksponensial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerusahaan juga meluncurkan model DeepSeek V4-Pro secara umum serta pembaruan V4-Flash yang dilengkapi mode penalaran fleksibel untuk meningkatkan akurasi jawaban. Dengan 17 dari 24 jam sehari tetap berada pada tarif diskon setengah harga, para pengembang didorong mengatur ulang jadwal beban kerja agar biaya operasional tetap efisien.