Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Deflasi IPCA Agustus, Bolekah Pelaku...
EKONOMI

Deflasi IPCA Agustus, Bolekah Pelaku Usaha Pangkas Harga Jual

By Asep Firdaus 2 min read 3 September 2026
Deflasi IPCA Agustus dorong pelaku usaha cermat atur harga produk

Deflasi IPCA Agustus dorong pelaku usaha cermat atur harga produk

Berdasarkan laporan media internasional CartaCapital, Indeks Harga Konsumen Amplo atau IPCA-15 baru saja mencatat angka deflasi sebesar 0,40 persen pada bulan Agustus setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,06 persen pada Juli lalu menurut lembaga IBGE.

Meskipun penurunan tersebut dipicu oleh kelompok pengeluaran seperti perumahan, transportasi, serta makanan dan minuman, fenomena ekonomi ini langsung memicu pertanyaan pelik di kalangan pelaku industri dan perdagangan mengenai urgensi penyesuaian harga jual.

Menanggapi situasi tersebut, CEO Quantiz Pricing Solutions sekaligus pakar precificação Frederico Zornig menegaskan bahwa angka inflasi makroekonomi tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan tunggal dalam menentukan kebijakan harga sebuah perusahaan.

"Inflasi adalah salah satu elemen yang perlu diperhatikan dalam pembentukan harga, namun tidak boleh menjadi satu-satunya faktor," ujar Frederico Zornig sebagaimana dikutip dari laporan CartaCapital.

Ia juga menambahkan bahwa memangkas harga produk secara sembarangan hanya karena melihat angka indeks makro turun berisiko menggerus margin keuntungan perusahaan tanpa memberikan jaminan peningkatan volume penjualan di pasaran.

"Mengurangi harga semata-mata karena indeks turun bisa berarti melepaskan margin tanpa harus menghasilkan peningkatan penjualan," tegas sang pakar menjelaskan risiko keputusan bisnis yang gegabah.

Lebih lanjut, struktur biaya operasional setiap entitas bisnis tentu berbeda-beda, di mana tidak semua perusahaan merasakan dampak penurunan biaya dari sektor energi listrik maupun komoditas pangan yang menjadi penopang deflasi bulanan tersebut.

Oleh karena itu, para pelaku usaha disarankan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komponen biaya internal, tingkat persaingan pasar, serta elastisitas permintaan konsumen sebelum mengambil langkah strategis terkait perubahan harga produk.

Sebagai alternatif dari pemangkasan harga permanen, perusahaan dapat mengoptimalkan strategi promosi terarah atau diskon bersyarat guna merangsang minat beli masyarakat tanpa harus merusak struktur nilai jangka panjang dari merek dagang mereka.

Topics
ipca deflasi ekonomi bisnis harga produk inflasi frederico zornig cartacapital
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Asep Firdaus adalah jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, kebijakan ekonomi, dan perkembangan industri, serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna.