Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami penurunan tajam ke rekor terendah baru selama masa jabatan keduanya menurut hasil jajak pendapat terbaru. Mayoritas responden menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja sang kepala negara menjelang pelaksanaan pemilu sela.
Hanya sekitar 33 persen responden dalam jajak pendapat Reuters Ipsos yang memberikan persetujuan atas kinerja presiden ke-45 dan ke-47 tersebut di Gedung Putih. Angka tersebut mengalami penurunan dari pekan sebelumnya yang berada di kisaran 35 persen, sementara 64 persen lainnya menyatakan ketidakpuasan.
Angka persetujuan 33 persen ini menyamai rekor terendah yang pernah dicatatkan Trump pada Desember 2017 silam selama periode pertama masa kepemimpinannya. Para pemilih menyoroti berbagai tekanan ekonomi serta isu-isu domestik yang berkembang di tengah masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, pihak Gedung Putih memberikan pembelaan dengan memaparkan berbagai pencapaian ekonomi, pemotongan pajak kelas menengah, serta langkah-langkah penegakan hukum yang telah diambil pemerintahan saat ini.
Dampak Isu Ekonomi Menjelang Pemilu Sela
Isu kenaikan biaya hidup serta harga bahan bakar minyak menjadi salah satu sorotan utama dalam perdebatan politik di tengah masyarakat Amerika Serikat. Sebagian besar responden memperkirakan bahwa situasi geopolitik dan dampaknya terhadap sektor energi masih akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Kenaikan harga rata-rata bahan bakar di SPBU serta angka inflasi tahunan yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja turut memicu perdebatan sengit di antara para pembuat kebijakan. Kubu Demokrat berupaya memanfaatkan isu keterjangkauan ekonomi tersebut untuk menghadapi persaingan ketat dalam pemilu legislatif mendatang.
Pihak juru bicara kepresidenan menegaskan bahwa pemerintahan terus berupaya memperbaiki kondisi perekonomian nasional serta mengatasi berbagai tantangan warisan masa lalu demi kepentingan masyarakat luas. Meskipun demikian, dinamika politik menjelang pemilu sela terus menarik perhatian para pengamat politik nasional.
Berbagai lembaga riset dan media terus memantau pergerakan tingkat kepuasan publik ini sebagai indikator penting dalam mengukur peta kekuatan politik antara Partai Republik dan Partai Demokrat di tingkat federal.