Lonjakan penggunaan perangkat elektronik di era modern membawa tantangan baru terhadap peningkatan kebutuhan energi serta dampak buruk bagi lingkungan. Menanggapi persoalan tersebut, Uni Eropa mengambil langkah progresif melalui inisiatif European Green Deal yang menargetkan netralitas iklim secara menyeluruh pada tahun 2050 tanpa harus mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan laporan media, Uni Eropa mengembangkan proyek skala besar bernama SUSTRONICS atau Sustainable and Green Electronics for Circular Economy. Proyek ambisius ini melibatkan kolaborasi erat dari mitra di 11 negara Eropa guna mentransformasi sistem manufaktur elektronik agar jauh lebih berkelanjutan sejak tahap perancangan awal hingga produk dibuang.
Proyek SUSTRONICS menitikberatkan fokus pada efisiensi sumber daya, optimalisasi proses manufaktur yang hemat energi, penerapan teknik cetak elektronik, serta penguatan prinsip penggunaan ulang, perbaikan, dan daur ulang. Para peneliti juga memanfaatkan metode penilaian daur hidup atau life cycle assessment untuk mengukur dampak ekologis secara komprehensif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai salah satu contoh penerapan nyata, perusahaan Onalabs berhasil mengintegrasikan sensor optik khusus yang mampu memangkas jejak karbon pada produk patch pemantauan glukosa hingga sekitar 65 persen. Inovasi semacam ini membuktikan bahwa perbaikan desain kecil dapat memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi kelestarian lingkungan.
Sementara itu, ilmuwan dari Departemen Lingkungan Fraunhofer IZM, David Sánchez, mengungkapkan bahwa pemilihan material alternatif juga menjadi kunci utama dalam mereduksi polusi elektronik. Menurutnya, pemanfaatan bahan baku pengganti yang lebih ramah lingkungan terbukti mampu menekan dampak buruk modul elektronik hingga 95 persen.
"Hanya dengan menggunakan substrat dan tinta konduktif yang berbeda, seperti Thinstar dan karbon sebagai pengganti perak, serta penggunaan material daur ulang, dampak lingkungan dari modul elektronik fleksibel dalam produk dapat ditekan hingga 95%," ujar Sánchez sebagaimana dikutip dari Phys.org.