Inovasi es krim global menjadi kunci utama bagi para produsen raksasa untuk tetap kompetitif di tengah ketidakpastian pasar yang terus bergejolak.
Pusat penelitian dan pengembangan Magnum di dekat Bedford, Inggris, menjadi tempat para periset meracik resep baru serta memproses teknologi produksi terkini.
Salah satu produk unik yang menarik perhatian adalah es krim loli bercahaya dalam gelap berkat kandungan vitamin B2 yang berpendar di bawah lampu UV klub malam Ibiza.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan Kabayan News, industri es krim saat ini menghadapi persaingan sangat ketat dari merek global lain seperti Häagen-Dazs dan Baskin-Robbins serta produsen artisanal.
Georgia Rose dari Kantar Retail IQ menyatakan bahwa produsen terus dihantam lonjakan harga bahan baku seperti susu, krim, telur, serta biaya energi rantai pasok dingin yang tidak stabil.
Sebagai perusahaan es krim terbesar di bursa saham, Magnum mengandalkan kekuatan finansialnya untuk mengembangkan teknologi pendingin hemat energi serta integrasi kecerdasan buatan.
Zbigniew Lewicki selaku kepala inovasi Magnum menjelaskan bahwa efisiensi energi lemari pendingin modern meningkat drastis hingga 40 persen dibanding model tahun 2010 demi menjaga ketahanan jangka panjang.
Selain teknologi pendingin, gelombang inovasi terbesar saat ini justru berkiblat ke Asia, di mana pasar di China, Jepang, dan Korea Selatan menunjukkan kreativitas rasa yang sangat tinggi.
Neil Yan dari MMR menyebutkan bahwa konsumen China menganggap es krim sebagai bagian dari gaya hidup modern dengan eksperimen rasa ekstrem seperti bawang putih, ham, hingga foie gras.
Honorata Jarocka dari Mintel menambahkan bahwa tren kesehatan turut merambah industri es krim melalui penambahan kandungan protein tinggi untuk memberikan rasa kenyang lebih lama bagi konsumen.