Investor institusi besar yang sebelumnya menentang keras tawaran akuisisi DCC senilai 65,25 poundsterling per saham karena dianggap meremehkan nilai perusahaan, justru tercatat melepas kepemilikan saham mereka di pasar terbuka dengan harga lebih rendah.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, langkah tersebut kontroversial mengingat para pemegang saham utama sempat menilai valuasi dari konsorsium private equity asal Amerika Serikat, KKR dan Energy Capital Partners, belum mencerminkan potensi jangka panjang perusahaan.
Dewan direksi DCC Energy menyetujui pinangan senilai 5,73 miliar poundsterling setelah melalui perdebatan panjang selama tiga bulan, menggantikan proposal awal sebesar 4,95 miliar poundsterling yang sempat ditolak mentah-mentah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah manajer investasi terkemuka seperti Fidelity, Aviva, Ninety One, dan Marathon sebelumnya kompak menyuarakan penolakan terbuka dan menegaskan bahwa harga wajar perusahaan seharusnya berada di atas level penawaran.
Kendati demikian, data regulasi menunjukkan bahwa keempat institusi tersebut justru mengurangi porsi kepemilikan saham secara signifikan tanpa pernah menikmati harga penawaran penuh dari pihak pembeli.
Ninety One kini memangkas porsi sahamnya menjadi 0,69 persen dari sebelumnya 3,4 persen, sementara Aviva menurunkan kepemilikan hingga tersisa 0,7 persen dari hampir 2,2 persen dalam beberapa bulan terakhir.
Aksi serupa dilakukan Marathon Asset Management yang memperkecil porsi saham setelah melepas sebagian aset di kisaran harga 63,70 poundsterling, disusul Fidelity International yang mengurangi jutaan lembar sahamnya di pasar.