Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria memberikan tanggapan santai atas berbagai reaksi publik hingga roastingan netizen setelah memamerkan inovasi sepatu karet di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, kehebohan di media sosial bermula saat lembaga riset tersebut menampilkan produk alas kaki hasil ciptaan periset lokal dalam acara resmi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam perhelatan Hari Teknologi Nasional 2026, Arif mengaku hanya tersenyum melihat pro dan kontra karena sejatinya banyak teknologi besar lain dipamerkan.
"Saya senyum sama semua orang-orang ini, karena kita menyampaikan kepada Pak Presiden, seluruh inovasi dari pesawat terbang, kapal nuklir, energy macam-macam, wow! Tapi yang muncul, sepatu," ucap Arif di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo BRIN Jakarta.
Lebih lanjut, Arif menjelaskan pembuatan sepatu tersebut melibatkan teknologi pencampuran karet khusus agar produk akhir terasa nyaman dikenakan sehari-hari.
BRIN menegaskan proses produksi massal tidak dikerjakan langsung oleh lembaga melainkan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk menjangkau masyarakat luas.
Menurut Arif, inovasi diciptakan untuk memberi solusi nyata bagi kalangan kurang mampu dengan menghadirkan alas kaki murah, awet, mudah dirawat, tanpa jahitan atau lem.
Selain varian karet, BRIN turut mengembangkan berbagai jenis alas kaki lain termasuk berteknologi tinggi, sepatu insol terapi, hingga pemanfaatan limbah batubara.