Ketua Tata Sons Natarajan Chandrasekaran mengundurkan diri setelah gagal mendapat persetujuan dewan untuk masa jabatan lanjutan di tengah ketegangan memanas dengan lembaga amal pengendali Tata Group.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, keretakan hubungan antara Chandrasekaran dan Tata Trusts bermula dari perbedaan pandangan strategis, representasi dewan, kerugian finansial Air India, hingga penanganan pemegang saham minoritas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Sudah enam bulan sejak rapat dewan tersebut dan belum ada resolusi tercapai hingga hari ini," ujar Chandrasekaran dalam pernyataan resmi, seraya menambahkan ia tetap bertugas hingga Februari 2027.
Mengutip laporan dari Reuters, konflik internal tersebut menjadi satu-satunya alasan utama mundurnya sang pemimpin senior yang telah berkarier di bawah panji Tata Group sejak tahun 1987.
Dampak mundurnya kepemimpinan puncak langsung mengguncang pasar finansial India, di mana saham berbagai perusahaan di bawah naungan Tata Group mengalami koreksi, termasuk TCS yang merosot empat persen.