Saham-saham di bawah naungan Tata Group mengalami tekanan jual masif setelah Chairman Tata Sons, N Chandrasekaran, memutuskan mundur dari jabatannya. Pelemahan pasar ini terjadi bersamaan dengan sentimen negatif dari kenaikan harga minyak mentah global yang turut membebani pergerakan bursa.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, Tata Consultancy Services (TCS) memimpin daftar pelemahan dengan mencatat koreksi tajam hingga hampir 6 persen. Saham raksasa teknologi itu diperdagangkan melemah 5,75 persen ke level 2.303,90 rupee pada perdagangan siang hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTekanan jual tidak hanya menghantam TCS, tetapi juga menjalar ke berbagai lini bisnis Tata Group lainnya di pasar domestik. Tata Consumer Products melemah 1,6 persen, Titan Company terkoreksi 1,91 persen, Tata Steel merosot 2,25 persen, serta Indian Hotels Company terpangkas sekitar 1 persen.
Analis pasar modal mencatat bahwa kejatuhan nilai saham ini memperlihatkan betapa krusial posisi kepemimpinan bagi investor institusi maupun ritel. Tata Technologies, Tata Investment Corporation, hingga Tata Motors Passenger Vehicles turut terseret arus pelemahan dengan koreksi berkisar antara 1 hingga 2,5 persen.
Sebelum keputusan mundur ini diumumkan, N Chandrasekaran telah memimpin Tata Sons sejak tahun 2017 setelah sebelumnya menjabat CEO TCS. Berdasarkan laporan media, ia sempat mendiskusikan rencana penarikan diri menjelang rapat umum pemegang saham tahunan yang dijadwalkan pada 18 Agustus mendatang.
Situasi bursa semakin tertekan seiring pelemahan pasar secara keseluruhan akibat sentimen geopolitik dan lonjakan harga minyak. Indeks Sensex terpangkas hampir 600 poin atau 0,77 persen ke level 77.553,13, sementara Nifty 50 melemah 196,75 poin atau 0,80 persen ke posisi 24.275,95.