Alicia Vikander lahir di Gothenburg, Swedia, pada 3 Oktober 1988, dan memulai karier aktingnya sejak usia tujuh tahun melalui berbagai produksi teater musikal. Sebelum dikenal luas sebagai aktris, ia menjalani pelatihan intensif sebagai penari balet di Royal Swedish Ballet, Stockholm, sejak usia sembilan tahun.
Langkah profesionalnya di dunia seni peran dimulai melalui keterlibatan dalam beberapa film pendek dan serial televisi Swedia. Namanya mulai diperhitungkan secara nasional setelah membintangi drama televisi Andra Avenyn yang tayang pada periode 2008 hingga 2010.
Debut film fitur Alicia Vikander melalui peran utama dalam film Pure pada 2010 berhasil membawanya meraih penghargaan Guldbagge Award for Best Actress. Keberhasilan ini menjadi gerbang pembuka bagi Vikander untuk meniti karier di industri film internasional dan bekerja sama dengan berbagai sutradara ternama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePuncak pencapaian karier Vikander terjadi ketika ia membintangi film The Danish Girl pada 2015 dengan memerankan karakter Gerda Wegener. Berkat totalitas aktingnya dalam film tersebut, ia berhasil memenangkan penghargaan Academy Award sebagai Best Supporting Actress, menjadikannya aktris kedua dari Swedia yang meraih prestasi tersebut.
Dedikasi Alicia Vikander dalam Advokasi Kesetaraan Gender
Selain The Danish Girl, Alicia Vikander juga mendapat pengakuan global lewat perannya sebagai kecerdasan buatan dalam film Ex Machina serta keterlibatannya dalam waralaba aksi seperti Jason Bourne dan Tomb Raider. Hingga kini, Vikander terus aktif berkarya di berbagai proyek film internasional, termasuk peran sebagai Ratu Catherine Parr dalam film Firebrand yang dirilis pada 2023.
Di luar kiprahnya sebagai aktris, Alicia Vikander dikenal sebagai sosok yang vokal menyuarakan isu kesetaraan gender di industri film. Ia menekankan pentingnya kehadiran peran perempuan yang kuat untuk membawa perubahan dalam industri perfilman yang masih didominasi narasi maskulin.
Pada 10 November 2017, Alicia Vikander bergabung dengan 584 perempuan di industri film dan teater Swedia untuk menandatangani surat terbuka yang menuntut penanganan serius terhadap budaya pelecehan seksual. Aksi tersebut menjadi gerakan nyata para pekerja seni untuk menolak diam terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual.
Kehidupan pribadi Vikander juga kerap menjadi sorotan media sejak ia menikah dengan aktor Michael Fassbender pada 2017. Pasangan ini pertama kali bertemu saat membintangi film The Light Between Oceans dan saat ini telah menetap di Lisbon, Portugal, dengan dikaruniai dua orang anak.
Selain berakting, Vikander juga merambah dunia produksi film dengan mendirikan perusahaan bernama Vikarious bersama Charles Collier pada 2016. Melalui rumah produksi tersebut, ia berupaya untuk lebih terlibat dalam proses kreatif dan mendukung pengembangan karya sinematik yang beragam.