Berdasarkan laporan media, komoditas unggulan Kopi Liberika asal Sumatera Selatan kini mulai serius membidik pasar ekspor Rusia. Badan Karantina Indonesia (Barantin) turut memperkuat langkah pendampingan bagi para pelaku UMKM agar komoditas lokal tersebut mampu memenuhi persyaratan ketat di negara tujuan.
Peluang emas ini dibahas secara mendalam dalam acara Webseries Go Ekspor Barantin bertajuk Kupas Tuntas Kopi Liberika Sumsel Menembus Pasar Rusia. Kegiatan tersebut mempertemukan pihak Karantina Sumsel, Atase Perdagangan Indonesia di Moskow, pemerintah daerah, hingga para pelaku usaha untuk membedah tantangan serta kesiapan sertifikasi.
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina, Wisnu Wasisa Putra menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui fasilitas Klinik Ekspor. "Klinik Ekspor ini menjadi ruang konsultasi bagi pelaku usaha untuk memperoleh informasi dan pendampingan langsung terkait persyaratan serta proses sertifikasi ekspor komoditas," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, Kepala Karantina Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari menyampaikan bahwa wilayahnya menyumbang sekitar 27 persen dari total produksi kopi nasional. Mengingat tren ekspor kopi Sumsel yang terus menunjukkan grafik peningkatan signifikan ke berbagai negara tetangga, komoditas Kopi Liberika kini diharapkan mampu mengikuti jejak sukses tersebut di pasar Rusia.