Panic of 1873 merupakan krisis keuangan dahsyat yang memicu depresi ekonomi berkepanjangan di Eropa dan Amerika Utara. Fenomena kelam ini berlangsung dari tahun 1873 hingga 1877, bahkan berlanjut sampai akhir dekade tersebut di Inggris serta Prancis.
Berdasarkan analisis sejarah ekonomi, krisis global ini berakar dari kombinasi inflasi Amerika Serikat, spekulasi investasi liar terutama pada sektor pembangunan kereta api, serta kebijakan demonetisasi perak di Jerman dan Amerika Serikat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGelombang kejut pertama bermula dari kejatuhan Bursa Efek Wina di Austria-Hungary pada 9 Mei 1873. Pasar gagal mempertahankan gelembung ekspansi palsu yang sarat manipulasi, sehingga memicu rentetan kebangkrutan bank lokal.
Situasi serupa terjadi di Berlin ketika kerajaan kereta api milik Bethel Henry Strousberg ambruk akibat sengketa finansial dengan pemerintah Rumania. Peristiwa tersebut langsung meletuskan gelembung spekulasi di Jerman.
Kendati hantaman krisis dirasakan di berbagai belahan dunia, pemulihan ekonomi di Eropa berlangsung jauh lebih cepat ketimbang Amerika Serikat. Sejumlah korporasi Eropa bahkan mampu menekan biaya produksi dan mendongkrak produktivitas secara signifikan.