Lagu Semiramis Dream dari 1010Benja menjadi bukti bahwa teknologi Suno AI mampu menghasilkan karya musik yang memukau apabila berada di tangan yang tepat. Sebagian besar pencinta musik kerap memandang sebelah mata hasil karya dari kecerdasan buatan generatif karena dinilai monoton. Namun, musisi tersebut berhasil mematahkan stigma negatif tersebut lewat karya terbarunya yang terdengar begitu segar di telinga pendengar.
Proses kreatif pembuatan lagu ini melibatkan kolaborasi unik antara sentuhan manusia dan teknologi modern. Musisi tersebut merekam vokal aslinya sendiri serta meracik ketukan irama bersama rekan produser sebelum memasukkannya ke dalam platform kecerdasan buatan. Hasil keluaran dari sistem tersebut kemudian disunting secara teliti menggunakan perangkat lunak Ableton agar mendapatkan aransemen yang pas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBagian paduan suara latar yang terdengar artifisial justru berpadu sangat harmonis dengan gaya musik pop modern yang eksperimental. Karakter vokal yang diproses secara maksimal berhasil menyamarkan asal-usul kecerdasan buatan sehingga pendengar tidak langsung menyadari keterlibatan teknologi tersebut. Pendekatan jujur ini membuat para penikmat musik dapat menikmati karya tanpa merasa tertipu oleh sistem otomatisasi.
Di balik pencapaian artistik tersebut, pemanfaatan teknologi ini juga didorong oleh keterbatasan finansial yang dialami oleh sang musisi. Biaya produksi yang tinggi untuk menyewa paduan suara profesional membuat penggunaan sistem otomatisasi menjadi alternatif yang masuk akal bagi seniman independen. Meskipun isu etika penggunaan kecerdasan buatan masih terus menjadi perdebatan hangat, karya ini menunjukkan sisi lain pemanfaatan teknologi yang kreatif.