Man Group memutuskan menggabungkan dua unit usaha kuantitatif lamanya, AHL dan Numeric, untuk membentuk entitas tunggal bernilai USD 156 miliar bernama Man Systematic pada Juni lalu. Keputusan strategis dari pengelola aset global dengan nilai kelolaan lebih dari USD 250 miliar tersebut diambil secara bulat oleh komite manajemen guna menghadapi dinamika pasar.
Russell Korgaonkar selaku Chief Investment Officer Man Systematic menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau AI serta ketatnya persaingan perburuan talenta menjadi dua faktor utama di balik keputusan penggabungan ini. Kemajuan teknologi AI telah mengubah cara riset kuantitatif dilakukan sekaligus mendefinisikan ulang keahlian yang paling dibutuhkan di sektor investasi sistematis.
Sebelumnya, unit Numeric berfokus pada pendekatan saham dari bawah ke atas atau bottom-up, sementara AHL dikenal dengan pendekatan makro yang berorientasi pada tren global. Melalui penggabungan ini, platform riset yang lebih luas diharapkan mampu memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam menarik talenta terbaik di industri keuangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDivisi gabungan tersebut kini menaungi lebih dari 250 orang karyawan, termasuk sekitar 100 tenaga ahli teknologi, dengan rencana penambahan selusin pegawai baru dalam beberapa pekan ke depan. Perusahaan memastikan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja yang terjadi akibat proses integrasi kedua unit bisnis tersebut.
Dampak AI dan Peluang Riset Kuantitatif
Kehadiran alat pemrograman berbasis AI seperti Claude buatan Anthropic telah membawa perubahan signifikan dalam alur kerja para periset di Man Group. Teknologi ini membebaskan para peneliti dari proyek penulisan kode yang memakan waktu intensif sehingga mereka dapat lebih fokus pada pengujian hipotesis dan korelasi data yang kompleks.
Daniel Taylor selaku Deputy CIO Man Systematic menjelaskan bahwa adopsi AI turut memperluas spektrum latar belakang talenta yang dapat bergabung sebagai periset kuantitatif di perusahaan. Jika sebelumnya perusahaan secara ketat memprioritaskan kandidat berlatar belakang matematika atau pemrograman, kini kemampuan berpikir kreatif menjadi aspek yang semakin relevan.
Pertumbuhan aset dari kedua unit kuantitatif sebelum bergabung menunjukkan tingginya permintaan pasar terhadap strategi investasi sistematis yang mereka tawarkan. Sejak Man Group mengakuisisi Numeric pada 2014 dengan total aset saat itu sekitar USD 26 miliar, kapitalisasi unit tersebut mencatatkan pertumbuhan rata-rata 16% per tahun hingga mencapai angka USD 156 miliar.
Melalui konsolidasi sumber daya internal ini, manajemen optimistis platform gabungan tersebut dapat mendobrak batasan pemikiran kelompok serta mengakselerasi peningkatan kinerja algoritma investasi demi menghasilkan nilai tambah bagi para investor institusional global.