King Power International Group beroperasi sebagai grup ritel bebas bea terkemuka di Thailand dengan kantor pusat terletak di Bangkok. Perusahaan ini mendominasi pasar domestik melalui kepemilikan konsesi eksklusif di berbagai bandara utama negara tersebut seperti Bandara Suvarnabhumi dan Bandara Don Mueang.
Perjalanan bisnis perusahaan dimulai pada tahun 1989 setelah memperoleh lisensi untuk membuka toko bebas bea di pusat kota Bangkok. Seiring berjalannya waktu, ekspansi bisnis terus dilakukan hingga mencakup pusat perbelanjaan megah seluas ribuan meter persegi serta platform penjualan secara daring.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepemimpinan King Power sebelumnya dipegang oleh Vichai Srivaddhanaprabha hingga ia meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter pada bulan Oktober 2018. Posisi kepemimpinan tertinggi kemudian diteruskan oleh sang anak, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, yang melanjutkan ekspansi bisnis keluarga.
Di kancah internasional, King Power memperluas pengaruhnya melalui kepemilikan klub sepak bola Inggris Leicester City sejak tahun 2010 serta klub Belgia Oud-Heverlee Leuven. Langkah strategis ini memperkuat posisi grup sebagai entitas bisnis global yang disegani dalam industri olahraga dan ritel.
Ekspansi Bisnis dan Kontribusi Sosial King Power
Selain mendominasi sektor ritel perjalanan, King Power aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan melalui kampanye Sport Power. Inisiatif ini berfokus pada pengembangan potensi sepak bola anak-anak muda di seluruh wilayah Thailand.
Bentuk kontribusi nyata terhadap dunia olahraga meliputi program donasi bola kaki, pembangunan lapangan sepak bola standar internasional di berbagai sekolah, serta pengiriman talenta muda melalui proyek pelatihan di Inggris.
Komitmen perusahaan terhadap dunia sepak bola juga diwujudkan lewat pendanaan fasilitas pusat latihan baru bagi Asosiasi Sepak Bola Thailand di Provinsi Saraburi. Fasilitas modern ini dibangun untuk mendukung rencana pengembangan jangka panjang sepak bola nasional.
Meski sempat menghadapi dinamika hukum terkait kontrak konsesi dengan pihak pengelola bandara, perusahaan mampu melalui tantangan tersebut dan tetap mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar ritel bebas bea di Thailand.