Maskapai penerbangan berbiaya hemat EasyJet sepakat untuk dijual kepada perusahaan ekuitas swasta asal Amerika Serikat Apollo dalam kesepakatan fantastis senilai 5,7 miliar poundsterling atau sekitar 119 triliun rupiah.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Apollo mengalahkan pesaing utamanya yaitu Castlelake yang sebelumnya memilih mundur dari proses penawaran setelah mengajukan angka 5,5 miliar poundsterling.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerusahaan ekuitas swasta asal Amerika Serikat tersebut akan membayar pemegang saham sebesar 715 pence per saham, memberikan premi signifikan dari nilai perdagangan saham sebelum konflik Iran berkecamuk dan mendongkrak biaya bahan bakar.
Sir Stelios Haji-Ioannou selaku pendiri maskapai menyatakan dukungannya terhadap akuisisi strategis ini dan berencana mempertahankan investasi bersama keluarganya sebagai pemegang saham jangka panjang.
Dewan komisaris EasyJet menilai penawaran dari pihak pembeli memberikan nilai kepastian dan daya tarik maksimal bagi para pemegang saham di tengah dinamika industri penerbangan global.
Mengutip analisis dari pengamat finansial, kesepakatan tersebut mencerminkan nilai wajar atas kualitas bisnis yang telah dibangun meskipun masih berada di bawah rekor tertinggi sebelum masa pandemi.
Rencana aksi korporasi itu memerlukan persetujuan suara pemegang saham dan dijadwalkan rampung pada kuartal pertama tahun depan, yang sekaligus menandai berakhirnya status perusahaan tercatat di bursa saham.