Revolusi Industri terjadi pada periode antara tahun 1760 hingga 1850 di mana berlangsung perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.
Peristiwa penting ini menandai titik balik besar dalam sejarah peradaban manusia, di mana hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeInggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha merintis perubahan besar tersebut sebelum akhirnya menyebar luas ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, hingga penjuru dunia lainnya.
Selama dua abad setelah era tersebut dimulai, rata-rata pendapatan per kapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat, memicu pertumbuhan ekonomi kapitalis modern.
Latar Belakang dan Perkembangan Era Industri
Awal mula perubahan besar ini didorong oleh revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke-16 dengan munculnya para ilmuwan terkemuka seperti Francis Bacon, René Descartes, dan Galileo Galilei.
Proses produksi yang awalnya mengandalkan tenaga manusia dan hewan diubah secara drastis melalui mekanisasi industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi, dan peningkatan penggunaan batubara.
Sistem produksi pun bergeser dari tahap kerajinan rumah tangga sederhana menuju sistem manufaktur hingga akhirnya menjadi sistem pabrik modern dengan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Adanya penemuan teknologi baru berperan besar dalam melipatgandakan hasil produksi, mempermudah pekerjaan, serta menghemat biaya operasional secara signifikan.