Pertumbuhan ekonomi Inggris tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat demi mencapai kemajuan merata di berbagai wilayah regional. Pandangan strategis tersebut disampaikan oleh Managing Director baru The Productivity Institute (TPI), Professor Jun Du, usai resmi memegang kepemimpinan lembaga riset tersebut di Manchester.
Jun Du resmi memulai jabatannya pada awal Agustus di Alliance Manchester Business School setelah sebelumnya memimpin Centre for Business Prosperity di Aston University. Ia menggantikan pimpinan terdahulu Bart van Ark yang memimpin TPI sejak September 2020.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Pesan yang disampaikan bahwa pertumbuhan tidak bisa datang dari pusat saja adalah hal yang benar, namun hal itu memunculkan serangkaian pertanyaan penting," ujar Jun Du sebagaimana dilaporkan Business Cloud.
Ia mempertanyakan bagaimana pertumbuhan ekonomi akan dihasilkan, bagaimana manfaatnya disebarkan, serta seberapa besar bagian yang tertinggal di daerah penghasil. Menurut analisis, pertanyaan mendasar tersebut membutuhkan pembuktian empiris yang kini menjadi fokus utama agenda riset TPI secara nasional maupun internasional.
Terkait tantangan investasi, Jun Du menyoroti perlunya pemahaman mendalam mengenai faktor penarik investor domestik maupun internasional ke sektor dan wilayah tertentu. Ia menilai distribusi modal dan investasi di tingkat perusahaan masih menunjukkan variasi tajam antarwilayah serta sektor industri.
Selain persoalan investasi, adopsi teknologi kecerdasan buatan atau AI turut menjadi sorotan penting dalam mendongkrak produktivitas tenaga kerja. "Pertanyaan sesungguhnya adalah apa yang menentukan apakah adopsi teknologi berkonversi menjadi performa kerja optimal," pungkasnya.