Teori ekonomi Freiwirtschaft atau ekonomi bebas digagas oleh ekonom Jerman-Argentina Silvio Gesell melalui buku The Natural Economic Order pada 1916. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, beberapa gagasan dasar teori ini sebelumnya juga pernah diterbitkan oleh ekonom Hungaria-Austria Theodor Hertzka lewat novel Freiland ein soziales Zukunftsbild pada 1890.
Freiwirtschaft memiliki tiga aspek utama yang dikenal sebagai Three Fs dengan konsep Freigeld sebagai ciri khas utama dalam proposal ekonomi Silvio Gesell. Sebagaimana dilaporkan, Freigeld dirancang kehilangan nilai secara otomatis setelah jangka waktu tertentu sehingga menghilangkan insentif orang untuk menimbun uang tunai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan terkait teori tersebut, mekanisme Freigeld mendorong pihak perbankan menyalurkan pinjaman tanpa mengenakan suku bunga demi mewujudkan ekonomi bebas bunga. Berdasarkan analisis Kabayan News, gagasan ini lahir dari pandangan Gesell bahwa komoditas fisik mengalami biaya penyimpanan sementara uang konvensional tidak menyusut.
John Maynard Keynes kemudian mengadaptasi konsep bunga dasar dalam buku Gesell menggunakan istilah yang lebih familier yaitu preferensi likuiditas. Sifat likuiditas uang memberikan keunggulan besar dibandingkan produk lain sehingga masyarakat menuntut tingkat suku bunga tertentu untuk meminjamkan dananya.
Freiwirtschaft mengklaim sistem moneter konvensional memiliki cacat fundamental karena mekanisme harga gagal mentransmisikan informasi pasar secara optimal. Mengingat uang berfungsi sebagai klaim atas barang dan jasa, penurunan nilai tukar di ekonomi lemah justru memicu deflasi alih-alih inflasi sehat.