Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bond mengalami kenaikan pada perdagangan hari Rabu seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap langkah Bank of Japan menaikkan suku bunga pada bulan depan.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pergerakan pasar keuangan global saat ini turut dipengaruhi oleh sentimen kenaikan harga minyak mentah akibat ketegangan di Timur Tengah serta penantian rilis data inflasi Amerika Serikat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeImbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun tercatat naik 4,5 basis poin menjadi 2,850 persen. Sementara itu, imbal hasil tenor 5 tahun menanjak 2,5 basis poin ke level 2,110 persen yang merupakan rekor tertinggi baru.
Kenaikan paling signifikan terlihat pada imbal hasil tenor 2 tahun yang paling sensitif terhadap kebijakan moneter Bank of Japan, yakni naik 3,5 basis poin menjadi 1,645 persen atau posisi tertinggi sejak Mei 1995.
Para pelaku pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan pada bulan September, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada bulan Desember.
Perubahan ekspektasi tersebut dipicu intervensi mata uang gabungan Jepang dan Amerika Serikat untuk mendukung yen serta nada hawkish dari ringkasan pendapat rapat Bank of Japan pada bulan Juli.
Kepala Ekonom Jepang Barclays, Naohiko Baba menyatakan bahwa ringkasan pendapat yang dirilis memberikan kesan kuat para pembuat kebijakan bersikap positif terhadap keputusan suku bunga dalam pertemuan September.
Data Tokyo Tanshi menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September melonjak hingga 78 persen dibanding hari sebelumnya yang berada di kisaran 66 persen.