M&G Investments memborong obligasi pemerintah Korea Selatan di tengah kekhawatiran pasar yang mengantisipasi langkah pengetatan lanjutan dari Bank of Korea. Manajer aset global asal London yang mengelola dana lebih dari 300 miliar poundsterling tersebut menilai ekspektasi kenaikan suku bunga sudah terlalu berlebihan.
Bank of Korea sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin menjadi 2,75 persen pada Juli 2026 setelah data pertumbuhan dan inflasi melampaui perkiraan. Ekonomi Korea Selatan tercatat berekspansi sebesar 0,6 persen pada kuartal kedua, sementara inflasi konsumen berada di level 2,8 persen pada bulan Juli.
Kepala Pendapatan Tetap Asia M&G di Singapura Low Guan Yi menyatakan bahwa kurva imbal hasil obligasi Korea Selatan telah memperhitungkan terlalu banyak kenaikan suku bunga. Pihaknya menilai pasokan obligasi yang lebih ketat berkat penerimaan pajak dari produsen cip semikonduktor akan mengimbangi sinyal hawkish bank sentral.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLangkah berani M&G ini diambil ketika investor asing justru menarik diri dari pasar obligasi pemerintah Korea Selatan dengan penjualan bersih mencapai 1,2 miliar dolar AS pada Juli 2026. Keputusan tersebut membuat imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 22 basis poin sejak akhir Juni lalu.
Ujian Keputusan Suku Bunga Bank of Korea Agustus 2026
Pertaruhan M&G pada pasar obligasi Korea Selatan kini sangat bergantung pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank of Korea yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral akan menentukan apakah reli harga obligasi treasuri dapat segera terwujud.
Pejabat senior bank sentral sebelumnya mengisyaratkan bahwa kenaikan lanjutan masih sangat mungkin terjadi dengan mempertimbangkan tren inflasi, momentum pertumbuhan, serta risiko stabilitas keuangan. Kendati demikian, tekanan pasokan obligasi yang menyusut diyakini dapat meredam dampak pengetatan tersebut.
Pasar swap saat ini telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan setelah kejatuhan indeks KOSPI yang sempat mencatatkan koreksi terburuk sejak krisis 2008 awal bulan ini. Keputusan mendatang akan membuktikan apakah analisis M&G atau kekhawatiran pasar yang lebih akurat.
Keberhasilan strategi investasi obligasi ini akan menjadi tolok ukur bagi para investor institusional global dalam membaca arah kebijakan moneter di kawasan Asia. Stabilitas fiskal yang ditopang sektor teknologi diharapkan mampu menjaga daya tarik aset pendapatan tetap Korea Selatan ke depan.