Setelah melewati beberapa tahun yang penuh eksperimen dan pembatalan sejumlah judul game, divisi Netflix Games kini mulai memetik hasil dari pergeseran strategi besar-besaran mereka. Langkah berani ini tampaknya mulai membuahkan hasil positif yang signifikan bagi sang raksasa streaming.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Saat pertama kali mengumumkan masuk ke industri video game beberapa tahun lalu, Netflix disambut dengan reaksi beragam dari publik. Banyak yang meragukan apakah raksasa streaming film ini mampu bersaing di pasar game yang sangat kompetitif. Namun, laporan pendapatan kuartal kedua (Q2) 2026 membuktikan bahwa divisi game mereka kini mulai naik kelas.
Meski sempat terlihat suram, Netflix ternyata hanya sedang memangkas portofolio game mobile mereka demi mendanai ekspansi besar-besaran ke ruang keluarga, yaitu melalui layar TV pintar. Strategi memindahkan fokus ke cloud gaming di TV ini dinilai menjadi ruang yang jauh lebih natural bagi para pelanggan mereka.
Co-CEO Netflix, Greg Peters, mengingatkan para investor mengenai potensi luar biasa dari pasar video game ini. Menurut Peters, ada sekitar 150 miliar dolar AS pengeluaran konsumen di industri ini, di luar pasar China dan Rusia, serta belum termasuk pendapatan dari iklan. Netflix merasa fondasi kuat yang mereka bangun kini mulai memberikan sinyal positif yang menarik.
Strategi cloud gaming yang bebas hambatan ini terbukti berhasil memikat pengguna. Peters mengungkapkan bahwa sejak mereka meningkatkan inisiatif cloud pada Oktober lalu, jumlah pemain aktif bulanan untuk cloud games melonjak drastis hingga 11 kali lipat. Tingkat retensi pemain pun diklaim jauh lebih tinggi dibandingkan saat mereka fokus di ranah mobile.
Lonjakan ini didorong oleh kesuksesan peluncuran dua game besar, yaitu game sepak bola FIFA dan game horor terbaru dari Night School Studio berjudul Unhinged. Kedua judul tersebut mencatatkan debut cloud game paling sukses di platform Netflix dan masuk ke dalam jajaran performa game papan atas perusahaan.
Di samping memikat gamer dewasa lewat FIFA dan game pesta seperti Jackbox, Netflix juga melihat pertumbuhan ledakan di segmen yang berbeda, yaitu anak-anak. Keterikatan pengguna terhadap game mobile anak-anak di Netflix melonjak hingga 600 persen secara year-over-year.
Walaupun persentase pertumbuhan ini sangat masif, Netflix menegaskan belum akan mengalihkan fokus utama dari bisnis inti mereka di bidang film dan serial TV. Peters menyebutkan bahwa investasi di sektor game saat ini masih merupakan bagian kecil dari keseluruhan anggaran konten raksasa hiburan tersebut.
Pihak manajemen menyatakan bahwa perjalanan mereka di industri game baru saja dimulai dan mereka baru menyentuh permukaan dari total potensi yang ditawarkan. Dengan keunikan ekosistem yang dimiliki, Netflix optimistis mampu menghadirkan penawaran game yang tidak bisa ditemukan di platform lain.