Sebagaimana diwartakan oleh The Independent, pemerintah Nepal mengeluarkan seruan mendesak kepada para pelancong internasional agar tidak membatalkan rencana kunjungan mereka ke negara di kawasan Himalaya tersebut di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang.
Bencana banjir bandang yang dipicu oleh runtuhnya gletser di perbatasan Nepal dan China sebelumnya menerjang sejumlah wilayah, menelan ribuan korban jiwa, serta merusak infrastruktur penting termasuk kawasan wisata andalan negara itu.
Menteri Pariwisata Nepal, Khadakraj Paudel, melalui sebuah pesan video mengajak wisatawan asing untuk tetap datang guna menopang perekonomian nasional yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. "Jalur pendakian gunung kami masih menunggu Anda, dan kedatangan Anda bukan sekadar berlibur, melainkan bentuk dukungan besar bagi negara yang tengah berjuang melawan tragedi ini," ujar Paudel.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePaudel menegaskan bahwa tidak seluruh wilayah di Nepal terdampak oleh bencana tersebut, sementara fasilitas utama seperti bandara, hotel, serta berbagai destinasi wisata lainnya dipastikan masih tetap beroperasi normal.
Menurut laporan media, bencana tersebut telah mengakibatkan kerugian masif pada sektor pariwisata hingga mencapai miliaran rupee, dengan hancurnya puluhan hotel, restoran, dan situs warisan budaya yang menjadi daya tarik utama pelancong dunia.
Sektor pariwisata sendiri merupakan salah satu sumber devisa terbesar ketiga bagi Nepal yang setiap tahunnya mendatangkan lebih dari satu juta wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan pegunungan tertinggi di dunia termasuk Mount Everest.
Sementara itu, pihak berwenang bersama bantuan internasional terus melakukan evakuasi serta penanganan darurat bagi korban selamat dan warga asing yang masih dilaporkan hilang di tengah upaya pemulihan jangka panjang.